24 January 2009

juminten

jamu


Jeng Juminten janda judes, jelek
jerawatan, jari jempolnya jorok.
Jeng juminten jajal jualan jamu
jarak jauh Jogja-Jakarta. Jamu
jagoannya: jamu jahe. "Jamu-
jamuuu..., jamu jahe-jamu
jaheee...!"

Juminten jerit-jerit jajakan
jamunya, jelajahi jalanan.

Jariknya jatuh, Juminten jatuh
jumpalitan. Jeng Juminten jerit-
jerit: "Jarikku jatuh, jarikku
jatuh..."

Juminten jengkel, jualan
jamunya jungkir-jungkiran, jadi
jemu juga.

Juminten jumpa Jack, jejaka
Jawa jomblo, juragan jengkol,
jantan, juara judo. Jantungnya
Jeng Juminten janda judes jadi
jedag-jedug.

Juminten janji jera jualan jamu,
jadi julietnya Jack.

Johny justru jadi jealous
Juminten jadi juliet-nya Jack.
Johny juga jejaka jomblo, jalang,
juga jangkung. Julukannya,
Johny Jago Joget.

"Jieehhh, Jack jejaka Jawa, Jum?"
joke-nya Johny. Jakunnya jadi
jungkat-jungkit jelalatan jenguk
Juminten.

"Jangan jealous, John..." jawab
Juminten.

Jumat, Johny jambret, jagoannya
jembatan Joglo jarinya jawil-
jawil jerawatnya Juminten.
Juminten jerit-jerit: "Jack, Jack,
Johny jahil, jawil-jawil!!!"

Jack jumping-in jalan, jembatan
juga jemuran. Jack jegal Johny,
Jebreeet..., Jack jotos Johny.
Jidatnya Johny jenong, jadi jontor
juga jendol... jeleekk.

"John, jangan jahilin
Juminten...!" jerit Jack.

Jantungnya Johny jedot-jedotan,
"Janji, Jack? Janji... Johnny jera,"
jawab Johny. Jack jadikan Johny
join

jualan jajan jejeran Juminten.

Johny jadi jongosnya Jack-
Juminten, jagain jongko, jualan
jus jengkol jajanan jurumudi
jurusan Jogja-Jombang,
julukannya Jus Jengkol Johny
"Jolly-jolly Jumper." Jumpalagi,
jek...!!!

Jeringatan: Jangan joba-joba
jikin jerita jayak jini jagi ja...!!!

JUSAH...!!!

Selesai :-D

22 January 2009

Mencuri data flash disk

maling
Program ini pada prinsipnya meng copy secara otomatis data yang ada di removable disk ketika dia dicolokan ke komputer yang sudah dipasang program ini. Proses men copy nya sendiri berlangsung diam – diam dan lumayan cepat. Sehingga bagi setiap orang memakai komputer itu dengan menggunakan media flash disk dan kawan – kawannya, maka ia tidak sadar bahwa sedang kecurian.

Program bernama Rampok V2.0 (namanya aja sudah bisa mendeskripsikan kegunaanya khan hehehe….) ini berukuran kecil dan tidak terdeteksi berjalan di task manager windows. Rampok sendiri berukuran kecil dan tidak membebani komputer dengan processor dan RAM kecil. Program ini dapat otomatis kita setting on untuk otomatis mencopy setiap kali komputer kita hidupkan. Tidak memerlukan instalasi karena hanya perlu membuatkan folder tersendiri untuk menempatkan file – filenya. Hasil rampokkan kita juga bisa diatur ingin ditempatkan difolder mana. Program ini buatan dalam negeri, artinya kita boleh berbangga bahwa negeri kita sebenarnya penuh orang – orang yang kreatif walau sedikit nakal dan jahil.


download RAMPOK V2.0


Saya jadi paham kenapa kok banyak film dan foto privat yang berbau porno, akhirnya bocor ke publik. Karena tiada tempat yang aman sebenarnya selain komputer pribadi kita (selalu dirawat n diprotect tentunya). Selalu saja ada orang jahil bertebaran (termasuk saya).

18 January 2009

Virus


Sebuah virus baru sudah ditemukan, dan digolongkan oleh Microsoft sebagai yang paling merusak! Virus itu baru ditemukan pada hari Minggu siang yang lalu oleh McAfee, dan belum ditemukan vaksin untuk mengalahkannya.
Virus ini merusak Zero dari Sektor hard disc, yang menyimpan fungsi informasi-informasi terpenting. Virus ini berjalan sebagai berikut :
· secara otomatis virus ini akan terkirim ke semua nama dalam daftar alamat anda dengan judul "Sebuah Kartu Untuk Anda" ( Une Carte Pour Vous , atau A Card For You );
· begitu kartu virtual itu terbuka, virus itu akan membekukan komputer sehingga penggunanya harus memulainya kembali; kalau anda menekan CTRL+ALT+DEL atau perintah untuk restart, virus itu akan merusak Zero dari Sektor Boot hard disk, sehingga hard disk akan rusak secara permanen.
Menurut CNN, virus itu dalam beberapa jam sudah menimbulkan kepanikan di New York . Peringatan ini telah diterima oleh pegawai Microsoft sendiri.
Jangan membuka e-mail dengan judul "Sebuah kartu virtual untuk Anda" ( Une Carte Virtuelle Pour Vous atau A Virtual Card For You ).
Kirimkan pesan ini kepada semua teman anda. Saya rasa bahwa sebagian besar orang, seperti saya sendiri, lebih suka mendapat peringatan ini 25 kali daripada tidak sama sekali.
AWAS!!!
Jangan terima kontak "pti_bout_de_ chou @hotmail.com". Ini virus yang akan memformat komputer anda. Kirimkan pesan ini ke semua orang yang ada di dalam daftar alamat anda..
Kalau anda tidak melakukannya dan salah seorang teman anda memasukkannya dalam daftar alamatnya, komputer anda juga akan terkena

16 January 2009

Abi, aku sekarat


"Abi, aku sekarat."

Kalimat ini terus bergema di telinga Kamal Awaga bersamaan dengan sakit hati yang ia rasakan. Ini adalah kalimat terakhir yang diucapkan anaknya, Ibrahim yang berumur 9 tahun, sebelum ia akhirnya menjadi syahid (Insya Allah) akibat serangan biadab Israel.

"Mereka membunuh putraku dengan tangan dingin," ungkap Kamal dalam keadaan yang terguncang menghadapi kematian anaknya yang tragis.

Ibrahim akhirnya menambah jumlah korban jiwa anak-anak Gaza yang dibunuh Israel, menjadi lebih dari 350 nyawa sejak 27 Desember silam.

Jika yang lain menjadi korban peluru-peluru yang membabi buta atau bombardir yang dilakukan zionis Israel laknatullah, nasib Ibrahim lebih tragis dari mereka.

Ia menjadi bahan percobaan yang digunakan regu cadangan tentara Israel laknatullah.

"Israel sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan kepada dia yang tidak berdosa," tambah Kamal yang saat itu masih berada di RS. Al-Shifa, mengurus jenazah putranya.

"Mereka tidak memiliki rasa kasihan untuk tubuhnya yang kecil."

Hari yang Cerah

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya di benak keluarga Kamal Awaga bahwa mereka akan mengalami nasib yang tragis.

Mereka bangun tiap paginya untuk menghadapi hari yang cerah, bukan untuk terkunci dalam sebuah ruang kecil untuk menghindari bom-bom Israel.

"Ibu, biarkan aku sarapan di luar, di kebun kita. Aku bosan tinggal dalam ruang sempit ini," ujar Ibu Ibrahim yang mengulangi perkataan anaknya.

Satu jam kemudian, sebuah meja diletakkan di kebun mereka dan satu keluarga itu berharap dapat menikmati sarapan kali ini dengan sempurna, momen yang jarang mereka temui. Mereka berusaha acuh terhadap keadaan sekitar, mereka tidak memperhatikan dari jauh apakah misil-misil Israel menargetkan rumah mereka.

Sebuah misil pertama menghancurkan acara mereka setelah itu misil-misil lainnya menghancurkan rumah mereka.

"Abi, aku sekarat," ujar Ibrahim saat itu dengan luka-luka di sekujur tubuhnya.

"Cepat pergi," ujar Kamal Awaga kepada istri dan dua anaknya sambil menggendong tubuh Ibrahim.

Tetapi, belum sampai ke gerbang rumah, peluru menghujani keberadaan mereka.

Satu peluru mengenai lengan Ibu Ibrahim dan satu peluru lainnya mengenai pinggang Kamal Awaga.

Dua saudara Ibrahim bersembunyi di balik puing-puing reruntuhan rumah mereka.


Praktek Menembak

Ketika hujan peluru telah selesai, keluarga Awaga berfikir kesengsaraan mereka selesai. Tetapi tentara zionis Israel tidak selesai sampai di siru.

"Tentara Israel semakin mendekat, aku fikir, aku akan menjadi target mereka," uajr Awaga.

"Tetapi ternyata mereka mengarahkan senjatanya ke anakku, Ibrahim," lanjutnya mengulang kejadian pahit yang ia alami dengan bulir-bulir air mata di matanya.

Seorang tentara biadab datang mendekati tubuh Ibrahim, memutar tubuh Ibrahim dengan kakinya sambil tertawa setelah itu menembakkan senjatanya kea rah kepala Ibrahim.

Beberapa waktu kemudian, Kamal mencoba menenangkan dirinya setelah menyaksikan kebiadaban Israel terhadap tubuh putranya.

"Setiap peluru yang ditembakkan, mereka iringi dengan nyanyian yang aku tidak mengerti maksudnya. Namun itu seperti merayakan sesuatu."

Saat mereka merasa telah cukup melakukan "latihan", mereka meninggalkan rumah Kamal.

Empat hari keluarga Awaga terperangkap hingga kahirnya tim medis berhasil mencari jalan untuk menyelamatkan keluarga itu dan membawanya ke rumah sakit.

"Apakah yang mereka lakukan, layak untuk putraku?" ujarnya dengan terisak.

Kisah ini betul-betul terjadi ya Ikhwah, Masihkah kita berdiam diri ?

(arrahmah.com)